Manajemen Konflik dalam Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah: Tantangan dan Solusi Pelayanan
DOI:
https://doi.org/10.67315/nalarbhinneka.v1i02.51Keywords:
Manajemen Konflik, Pelayanan Haji, Jamaah Haji, Profesionalisme Petugas, Penyelenggaraan IbadahAbstract
Penelitian ini membahas pengelolaan dan penanganan konflik dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah, baik di tingkat domestik maupun internasional. Ibadah haji sebagai rukun Islam kelima menuntut kesiapan spiritual, fisik, mental, dan finansial, namun dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan seperti rendahnya pemahaman jamaah tentang prosedur ibadah, ketidakpuasan terhadap layanan transportasi, akomodasi, dan katering, serta keterbatasan kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan. Konflik juga muncul akibat kesalahpahaman antara jamaah dan agen perjalanan, masalah administrasi, perubahan jadwal, serta perbedaan budaya dan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, di mana data dikumpulkan dari artikel dan jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai permasalahan dapat diminimalkan melalui peningkatan pembinaan jamaah, penguatan profesionalisme petugas, dan perbaikan sistem pelayanan secara menyeluruh. Penanganan konflik yang efektif menjadi indikator keberhasilan organisasi dan memerlukan peran aktif pemimpin dalam menyelesaikan masalah sebelum berdampak negatif. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di masa mendatang.








